Yaitu ketika aku merasa kecewa karena perlakuan manusia
Ketika aku merasa sedih karena ditinggalkan
Ketika aku merasa terluka karena disakiti
Maka janganlah terlalu terpuruk dalam kedukaan, karena boleh jadi ini
semua karena ALLAH merindukanku untuk kembali pada Nya, mendekat pada
Nya, dan memberi ruang dan waktu untukku berduaan dengan Nya
Karena mungkin selama ini aku terlalu terbuai oleh kesenangan dunia
Terlena oleh cintanya manusia, maka adakalanya aku sering melupakan Nya
Mungkin jauh dari Nya dan sulit untukku mendekat pada Nya
Maka ketika hatiku saat ini merasa sunyi dari kebahagiaan dunia,
boleh jadi karena saat ini ALLAH hendak membahagiakanku dengan
meramaikan hatiku dengan Rahmat dan kasih sayang Nya jika aku mendekat
pada Nya
Karena sesungguhnya semua itu tiada lain karena betapa 'ALLAH merindukanku
Minggu, 08 Desember 2013
Ketika Perut Rasulullah Berbunyi
Suatu ketika Rasulullah Shalallahu'alaihi wasalam menjadi imam shalat.
Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat,”Ya Rasulullah,kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat,apakah baginda sakit?”
Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak,Alhamdulillah,aku sehat dan segar.”
Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya,”Lalu mengapa setiap kali baginda menggerakkan tubuh,kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh baginda? Kami yakin bagunda sedang sakit…”
Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut.
Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan di liliti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar.
Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.
Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan,lalu kami hanya akan tinggal diam?”
Rasulullah menjawab dengan lembut,”Tidak para sahabatku".
Aku tahu,apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini.
Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin menjadi beban bagi umatnya?”
Para sahabat hanya tertegun.
Rasulullah melanjutkan,”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”
Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat,”Ya Rasulullah,kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat,apakah baginda sakit?”
Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak,Alhamdulillah,aku sehat dan segar.”
Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya,”Lalu mengapa setiap kali baginda menggerakkan tubuh,kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh baginda? Kami yakin bagunda sedang sakit…”
Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut.
Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan di liliti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar.
Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.
Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan,lalu kami hanya akan tinggal diam?”
Rasulullah menjawab dengan lembut,”Tidak para sahabatku".
Aku tahu,apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini.
Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin menjadi beban bagi umatnya?”
Para sahabat hanya tertegun.
Rasulullah melanjutkan,”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”
Karena Perpisahan Indah Seperti Senja
Percaya atau tidak segala sesuatu yg menimbulkan air mata itu tak
selamanya buruk. Seperti perpisahan, banyak orang menangisi dan menyesali
bahkan sampai tak jarang ada yg mengutuknya. Benarkah perpisahan itu
buruk? Sebenarnya perpisahan itu mirip dengan senja, iya senja. Momen
dimana matahari tenggelam setelah seharian menemani kita. Ia kemudian
tenggelam dan pergi meninggalkan kita. Senja, perpisahan itu hendaknya
sederhana seperti senja. Sekalipun menandakan akhirnya hari, namun
kecantikannya selalu memukau hati. Siapa yg tak terpikat kecantikannya?
Bukan aku, bukan juga kamu. Kita tak mampu menolak pesonanya. Dan bukan duka yg
tersisa, namun sebuah asa untuk berjumpa kembali. Dibalik setiap
perpisahan selalu ada kesempatan lain untuk bertemu. Entah kapan dan
dimana, dibalik perpisahan selalu ada pertemuan lagi yg akan mengisi
kekosongan di hati, dibalik perpisahan mungkin ada air mata. Tapi air
mata tersebut bukan sebagai tanda kekalahan namun sebagai pertanda kamu telah belajar
sesuatu yg baru lagi, dan hendaknya perpisahan itu seperti senja. Bukan
duka yg tersisa namun sebuah harapan baru tercipta. Karna perpisahan
itu indah seperti senja..
Pesan Untuk Kekasihku
Semilir angin malam masih bisa kurasakan, diantara detik jam dan suara
kipas yg menderu, jg hembusan nafas yg masih Engkau beri untukku. Sekedar
hanya ingin merasakan tenangnya hidup setelah melewati siang yg lelah.
Baru saja menghadapNya, mengadu dan meminta permohonanku kepada Sang Ilahi.
Setelah sekian lama tak bisa bersujud dengan sempurna karena terlalu sibuk
dengan urusan dunia. Yaaa sgala urusan yg membuat manusia lupa akan Sang
penciptanya, yg membuat manusia lupa akan kedudukannya di mata Rabb.
Bahwasanya mereka hanya diibaratkan seperti binatang yg beterbangan di hari
akhir nanti. Betapa kecilnya manusia bukan? Tapi juga sering terlupakan bahwa
manusia jua yg lebih tinggi derajatnya dibanding dengan makhluk lain. Ku
sampaikan juga salam rindu untuk ayah, rindu untuk bertemu dan memandang
wajahnya. Sama halnya dengan kerinduanku untuk RasulMu. Yaa rabb aku hanya
titip selaksa kerinduan utkMu, Rasulku, dan ayahku. Baru kurasakan lagi
nikmatnya bertemu dgnMu. Dan kini Engkau hadirkan orang-orang istimewa di
hidupku. Aku masi bisa untuk bersyukur.
Sabtu, 30 November 2013
Kutemukan Diriku
Bismillahirrahmanirrahim
Ku mulai tulisan ini di awal perjumpaan fajarMu, shobahul khair..
Hanya sebuah renungan kecil bahkan teramat kecil tp bisa merubahku dlm segala hal, hebat bkn? Ya memang Allah terlalu hebat untuk semuanya, Dia adalah sutradara terbaik yg aku punya. Saking terbaiknya Allah sudah memberiku penjelasan bagaimana indahnya jln ukhuwah krnNya. Sebuah jln yg tak pernah sedikitpun terpikir oleh nalarku, bagaimana tdk? Allah menjadikanku wanita yg biasa menjadi wanita yg beruntung krn segala hidayahNya, semua hanya krn 1 hal. Yaitu TAKDIR Nya. DitunjukanNya ketika aku salah melangkah, melangkah dlm kemaksiatan. Allah menepukku, menegurku, dan menyadarkanku akan segala khilafku. Aku menangis! Ya aku menangisi dosa2ku, aku malu dgn Allah, malu dgn diri sendiri, malu dgn mereka yg tdk mempunyai apa2 tp mampu untuk selalu menjaga diri di hadapanMu ya Rabb, mampu untuk selalu istiqomah dijlnMu. Aku malas menghafal surat cinta dr Mu sementara aku sibuk bermain dgn waktu dunia dan memberiMu waktu sisa, tak akan terbayang bila sedetik berikutnya Engkau memanggilku. Aku malu ya Allahu, aku malu setelah aku memahami semuanya. Kini aku masi bisa merasakan nikmatnya segala cinta drMu pertanda hati ini blm buta untuk memahami, menghafal, dan mempelajari setiap baris ayat dlm kalamMu. betapa hebatnya Engkau mengatur segala kejadian demi kejadian. Memantaskan diri untuk segala hal terbaik, agar nanti Engkau memberiku segala yg pantas untukku..
Ku mulai tulisan ini di awal perjumpaan fajarMu, shobahul khair..
Hanya sebuah renungan kecil bahkan teramat kecil tp bisa merubahku dlm segala hal, hebat bkn? Ya memang Allah terlalu hebat untuk semuanya, Dia adalah sutradara terbaik yg aku punya. Saking terbaiknya Allah sudah memberiku penjelasan bagaimana indahnya jln ukhuwah krnNya. Sebuah jln yg tak pernah sedikitpun terpikir oleh nalarku, bagaimana tdk? Allah menjadikanku wanita yg biasa menjadi wanita yg beruntung krn segala hidayahNya, semua hanya krn 1 hal. Yaitu TAKDIR Nya. DitunjukanNya ketika aku salah melangkah, melangkah dlm kemaksiatan. Allah menepukku, menegurku, dan menyadarkanku akan segala khilafku. Aku menangis! Ya aku menangisi dosa2ku, aku malu dgn Allah, malu dgn diri sendiri, malu dgn mereka yg tdk mempunyai apa2 tp mampu untuk selalu menjaga diri di hadapanMu ya Rabb, mampu untuk selalu istiqomah dijlnMu. Aku malas menghafal surat cinta dr Mu sementara aku sibuk bermain dgn waktu dunia dan memberiMu waktu sisa, tak akan terbayang bila sedetik berikutnya Engkau memanggilku. Aku malu ya Allahu, aku malu setelah aku memahami semuanya. Kini aku masi bisa merasakan nikmatnya segala cinta drMu pertanda hati ini blm buta untuk memahami, menghafal, dan mempelajari setiap baris ayat dlm kalamMu. betapa hebatnya Engkau mengatur segala kejadian demi kejadian. Memantaskan diri untuk segala hal terbaik, agar nanti Engkau memberiku segala yg pantas untukku..
Memahami Makna Kehidupan
Rasulullah menyebutkan "bahwa sesungguhnya kehidupan dunia tiada lain adalah bagaikan permainan dan senda gurau, di dalamnya penuh dengan perhiasan dan kesenangan yang serba menipu diri manusia". beliau juga sering memberikan hikmahnya, bahwa dunia adalah bagaikan ladang untuk kita menabur dan menanam benih-benih kebaikan yang nantinya akan kita petik pada saat-saat kita membutuhkan, yakni di kehidupan akhirat. bila kita tidak menyadari hakikat kehidupan dunia yang sebenarnya, maka secara tidak sadar kita bisa masuk dalam arus "permainan dan senda gurau". kita sering tidak menyadari dan melupakan bahwa benih-benih kebaikan amal yang kita perbuat dalam hidup, walaupun bentuknya kecil dan remeh, jika dilakukan dengan niat yang tulus serta dilandasi oleh kesadaran dan kearifan ternyata akan membuahkan hasil yang membawa kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat. belajar kehidupan terkadang lebih berhasil dengan menyimak dan melihat langsung perjalanan kehidupan itu sendiri.
Agar Bisa Menikmati Indahnya Jalan Dakwah
Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah.
Kerjamu untuk Allah.
Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah. Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.
Engkau hanya memerlukan kesetiaan, bahwa segala yang engkau pikirkan adalah untuk Allah. . Segala yang engkau kerjakan adalah untuk Allah. Segala yang engkau rancang adalah untuk Allah. Segala yang engkau inginkan adalah ridha Allah.
Engkau tidak perlu memusingkan dirimu akan mendapatkan apa dalam jalan dakwah ini, karena itu urusan Allah. Engkau tidak perlu merisaukan posisimu seperti apa dalam organisasi dakwah karena telah diatur oleh Allah. Mungkin saja engkau mengetahui ada sebagian orang yang hasad kepadamu, kepada posisimu, kepada kedudukanmu, namun engkau telah menyerahkan semuanya kepada Allah. Engkau tidak perlu menyimpan rasa iri dengki atas posisi, kedudukan, jabatan, dan harta benda yang dimiliki saudaramu di jalan dakwah, karena engkau lebih menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah. Engkau tidak perlu resah memikirkan omongan dan sikap orang kepadamu, selama engkau selalu bersandar kepada Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk berharap-harap jabatan, posisi, kedudukan, kekuasaan tertentu dalam perjalanan dakwah, karena telah dikelola oleh Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari-cari gemerlapnya pujian dalam mengemban amanah dakwah, karena segala puji hanyalah milik Allah.
Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu membawa kesadaran Rabbaniyah dalam segala langkah. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik di jalan dakwah, dengan segala potensi dan kemampuan yang engkau miliki, karena Allah. Engkau hanya perlu menyadari bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Bukan pada jabatan, posisi, kedudukan, harta dan materi duniawi. Engkau hanya perlu memupuk dan menguatkan kecintaan kepada Allah, karena pada sisi Allah terdapat segala kekuatan dan kesempurnaan. Tidak ada orang terhina selama dia mendekat kepada Allah. Tidak ada orang mulia dalam menjauhi Allah.
Maka resapilah setiap saat, betapa nikmat berada di jalan dakwah ini. Karena proposalmu adalah kepada Allah, bukan kepada manusia. Proposalmu adalah kerja di jalanNya, bukan untuk posisi dunia. Selamat menempuh jalan dakwah..
Kerjamu untuk Allah.
Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah. Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.
Engkau hanya memerlukan kesetiaan, bahwa segala yang engkau pikirkan adalah untuk Allah. . Segala yang engkau kerjakan adalah untuk Allah. Segala yang engkau rancang adalah untuk Allah. Segala yang engkau inginkan adalah ridha Allah.
Engkau tidak perlu memusingkan dirimu akan mendapatkan apa dalam jalan dakwah ini, karena itu urusan Allah. Engkau tidak perlu merisaukan posisimu seperti apa dalam organisasi dakwah karena telah diatur oleh Allah. Mungkin saja engkau mengetahui ada sebagian orang yang hasad kepadamu, kepada posisimu, kepada kedudukanmu, namun engkau telah menyerahkan semuanya kepada Allah. Engkau tidak perlu menyimpan rasa iri dengki atas posisi, kedudukan, jabatan, dan harta benda yang dimiliki saudaramu di jalan dakwah, karena engkau lebih menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah. Engkau tidak perlu resah memikirkan omongan dan sikap orang kepadamu, selama engkau selalu bersandar kepada Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk berharap-harap jabatan, posisi, kedudukan, kekuasaan tertentu dalam perjalanan dakwah, karena telah dikelola oleh Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari-cari gemerlapnya pujian dalam mengemban amanah dakwah, karena segala puji hanyalah milik Allah.
Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu membawa kesadaran Rabbaniyah dalam segala langkah. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik di jalan dakwah, dengan segala potensi dan kemampuan yang engkau miliki, karena Allah. Engkau hanya perlu menyadari bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Bukan pada jabatan, posisi, kedudukan, harta dan materi duniawi. Engkau hanya perlu memupuk dan menguatkan kecintaan kepada Allah, karena pada sisi Allah terdapat segala kekuatan dan kesempurnaan. Tidak ada orang terhina selama dia mendekat kepada Allah. Tidak ada orang mulia dalam menjauhi Allah.
Maka resapilah setiap saat, betapa nikmat berada di jalan dakwah ini. Karena proposalmu adalah kepada Allah, bukan kepada manusia. Proposalmu adalah kerja di jalanNya, bukan untuk posisi dunia. Selamat menempuh jalan dakwah..
Langganan:
Postingan (Atom)