Yaa Rabbi ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian. Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid radiallahu'anhum.
Ya Allah.
Jadikan aku tabah seperti Ummu Khadijah, sehingga dirinya digelar afifah solehah, dialah wanita pertama, tiada ragu mengucap syahadah, pengorbanan bersama Rasulullah, susah senang bersama, walau hilang harta karena berdakwah, walau dipulau 3 tahun 3 bulan, imannya sedikit pun tak berubah, mampukah aku setabah dirinya?Andai diuji sedikit sudah rebah, baru dihina sudah mengalah, Ya Allah tabahkan aku sepertinya.
Ya Allah..
Jadikan aku semulia Fatimah Az-Zahrah, betapa tinggi kasihnya pada ayahandanya,tidak pernah putus asa pada perjuangan dakwah baginda, anak yang semulia pribadi baginda, tangannya lah yang membersihkan luka, tangannya jua yang membersihkan cela pada jasad Rasulullah tercinta, gagahnya dirinya pada dugaan, mampukah aku sekuat Fatimah?Saat diri terluka dendam pula menyapa, saat disakiti maki pula mengganti
Yaa Rabbi teguhkan hatiku sepertinya.
Ya Allah..
Jadikan aku sehebat Masyitah dan Sumaiyah, tukang sisir yang beriman dan keluarga Yasir yang bertakwa, sungguh kesabaran mereka mengguncang dunia, iman tetap terpelihara walau nyawa jadi taruhan. Mampukah sabarku seperti mereka?Tatkala digoda nafsu dunia entah kemana hilangnya Iman di dada.
Ya Rahman..
Kuatkan Imanku seperti Masyitah, terjun penuh yakin bersama bayi ke kuali mendidih, karena yakin Allah pasti disisi, sabarkan aku seperti Sumaiyah, biar tombak menusuk jasad iman sedikit pun takkan rapuh.
Ya Allah..
Jadikan aku semulia Ummu Sulaim, perkawinannya dengan Abu Talhah atas mahar Iman, Islamlah Abu Talhah sehingga menjadi sahabat Rasulullah, betapa hebatnya tarbiyyah istri pada suami, hinggakan segala panahan ke Rasulullah pada hari uhud disambut dengan belakang jasad Abu Talhah.
Ya Allah..
Tarbiyyahkan aku pada cinta sepertinya, tingginya nilai cinta pada harga Iman, mampukah aku menatap cinta itu? Sedangkan rupa yang menjadi pilihan, ketulusan Iman diketepikan. Ya Allah ilhamkan aku pada cinta sepertinya.
Ya Allah…
Jadikan aku sehebat Aisya Humaira, istrri termuda Rasulullah, biar dilempar fitnah dia tetap teguh pada ketetapanNya, istri sejati yang memangku Nabi pada saat terakhir baginda. Hadits dan Sunnah Rasulullah dipertahankan, betapa hatimu seorang mujahidah.
Ya Allah..
Mampukah aku seperti dirinya? Pada fitnah yang melanda, diri mula goyah dan putus asa, teguhkan Imanku sepertinya.
Ya Allah..
Teringat diri pada Khansa, empat orang anaknya mati di Jalan ALLAH, dia meratap tangis. Anak sulungnya syahid, anak keduanya turut syahid, anak ketiganya dan keempat jua mati syahid, namun tangisan itu bukan karena kepergian anak tercinta, jawabnya karena tiada lagi anak yang dihantar untuk berjihad
Ya Allah..
Mampukah aku menjadi ibu yang berjihad? Sedang anak tak tutup aurat pun masih tak terjawab. Berikan aku kekuatan sepertinya agar bersedia pada akhirat.
Wahai kaum Adam yang bergelar khalifah diriku bukan setabah Ummu Khadijah, bukan jua semulia Fatimah Az-Zahra, apalagi sesabar Masyitah dan Sumaiyah, maupun sehebat Ummu Sulaim. Tidak pula seteguh Aisya Humaira Karena diri ini hanyalah An-Nisa akhir zaman
Dimana aurat semakin dibuka terdedah
Dimana syahadah hanya pada nama
Dimana dunia yang terus dipuja
Dimana nafsu fana menjadi santapan utama
Dimana ukhuwah senantiasa dipinggirkan
Wahai kaum Hawa
Kita hanya An-Nisa para pendosa yang terbanyak di neraka, lantas walau tak setabah para Mujahidah namun tabahlah pada ketetapan Allah Karena padanya ada Syurga. Walau tak semulia para wanita sirah Tapi muliakan diri dengan agama yang memelihara karena padanya ada Pahala. Walau tak sesabar para wanita solehah namun sabarkan jiwa pada nafsu dunia yang menyiksa. Karena padanya ada bahagia.
Sesungguhnya Hawa tercipta dari tulang rusuk kaum Adam, bukan untuk ditindas karena lemah. Tapi untuk dilindungi karena Indah dan Indah apabila tertutup dan terpelihara. Karena disitulah terjaganya Syahadah bagai mekarnya wanita dalam sirah. Tuntunlah kami ke arah syurgaMu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar