Karena memilih untuk beriman, jadi lebih baik memilih untuk jadi si pengecut yang harus sembunyikan cintanya karena malu pada Tuhannya. Mungkin ada saatnya dimana si pengecut harus berani ambil sikap. Terus bertahan dengan cinta dalam diam atau hilang menjauh. Semoga si pengecut tidak pernah menyesal terus bersembunyi di bilik-bilik rindu yang membisu.
Di pagi dan malam yang Sama, mungkin kita mengalunkan doa yang sama juga, tentang rasa diam-diam yang semakin terdiam, tentang rasa semakin kuasa.
Biarkan aku jadi perindu yang tabah, yang mencintaimu dalam bulir air mata merindukanmu dalam sejuknya Doa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar