Ketika kita akan menikah maka hal paling besar yang kita harapkan dari Allah adalah berkah. Kebahagiaan sejati tentu hanya ada di akhirat. Kebahagiaan terasa sempurna bila diselingi dengan air mata kita, mencekamkan kesedihan atau kehilangan ke dalam dada kita. Sebab Allah telah mensumpahkan akan ada bala ujian dalam hidup kita dan itu akan terjadi dengan timbulnya rasa takut, resah, merasa lemah, kehilangan dll.
Ketika menikah ada yang mendoakan 'semoga bahagia dan banyak anak' sebenarnya ini adalah doa yang tidak diajarkan Rasul, karena bahagia bukan menjamin berkah. Karna ketika menikah yang kita cari adalah berkah. Maka bahagia bukan hal yang selalu ada di dalam pernikahan, bukan seperti ending pangeran yang bersama dengan putri. Tapi pangeran yang bertemu dengan putri kemudian berjihad dan berjuang di jalan Allah bersama hingga syahid.
Maka sudah diajarkan Rasulullah doa untuk orang yang menikah
با ر ك الله لك و برك عليك و جمع بينكم في خير
"Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan" (H.R Abu Daud)
Maka sudah diajarkan Rasulullah doa untuk orang yang menikah
با ر ك الله لك و برك عليك و جمع بينكم في خير
"Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan" (H.R Abu Daud)
Bertambahnya ketaatan diantaranya, bertambahnya rasa sayang dan cinta di keduanya, bertambahnya segala hal yang disebut sebagai musibah tetapi di dalamnya banyak keberkahan.
Maka akhwat, jangan pilih suami karena pekerjaannya, jangan pilih suami karena penghasilannya. Tapi pilihlah suami yang potensi rezekinya besar
Ada orang yang mengira rezeki adalah sesuatu yang dapat dibeli, sungguh salah. Ada salah satu maskapai penerbangan yang mempunyai pesawat begitu banyak, tapi ternyata ia memiliki hyperphobia; takut pada ketinggian. Bisa dibayangkan bagaimana seseorang yang ingin menikmati pesawat sendiri tapi tidak bisa.
Maka rezeki itu Allah yang bagi, bukan kita yang beli. Yang kita harapkan adalah Allah himpun kita dalam ketaatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat bersama ridha Allah. Menikah bukan untuk bahagia, tapi untuk keberkahan. Biarlah kebahagiaan menjadi makmum yang mengikuti kemana saja.
Seperti dalam Q.S Ar-Rum : 21
"Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir"
Maka akhwat, jangan pilih suami karena pekerjaannya, jangan pilih suami karena penghasilannya. Tapi pilihlah suami yang potensi rezekinya besar
Ada orang yang mengira rezeki adalah sesuatu yang dapat dibeli, sungguh salah. Ada salah satu maskapai penerbangan yang mempunyai pesawat begitu banyak, tapi ternyata ia memiliki hyperphobia; takut pada ketinggian. Bisa dibayangkan bagaimana seseorang yang ingin menikmati pesawat sendiri tapi tidak bisa.
Maka rezeki itu Allah yang bagi, bukan kita yang beli. Yang kita harapkan adalah Allah himpun kita dalam ketaatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat bersama ridha Allah. Menikah bukan untuk bahagia, tapi untuk keberkahan. Biarlah kebahagiaan menjadi makmum yang mengikuti kemana saja.
Seperti dalam Q.S Ar-Rum : 21
"Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir"
Tanda kebesaran Allah yang diletakkan di ufuk, tanda kebesaran yang membawa arak menjadi hujan, tanda kebesaran Allah yang berasal dari air mani sampai terbungkusnya dengan otot-otot (lahm) sampai terbentuknya warna dengan segala rupa, itu adalah segala hal yang menakjubkan. Tanda kebesaran yang lebih besar, Allah menciptakan kalian berpasang-pasangan. Allah mencipta Adam dan pasangannya.
Jangan mencari laki-laki yang sempurna, jangan mencari wanita yang sempurna. Karena keduanya akan saling menyempurnakan, saling mendukung bahu-membahu dalam ketaatan. Karena hubungan suami istri seharusnya bukan hanya hubungan raga tapi juga hubungan jiwa.
"Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah akar kecocokan jiwa, dan jika itu tidak pernah ada cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan milenia" -Kahlil Gibran-
Jangan mencari laki-laki yang sempurna, jangan mencari wanita yang sempurna. Karena keduanya akan saling menyempurnakan, saling mendukung bahu-membahu dalam ketaatan. Karena hubungan suami istri seharusnya bukan hanya hubungan raga tapi juga hubungan jiwa.
"Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah akar kecocokan jiwa, dan jika itu tidak pernah ada cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan milenia" -Kahlil Gibran-
Mengapa dalam agama diutamakan yang sekufu? Karena sebagai penyeimbang agar tidak terjadi keterjompangan, tapi kalau bisa saling menjaga dan menghormati tidak masalah berdampingan.
Kufu dalam agama adalah kesekufuan yang amat penting. Sekarang ta'aruf dapat dikatakan sebagai bid'ah, bid'ah dalam tanda kutip. Zaman dulu ta'aruf tidak ada. Ketika Aisyah r.a menikah maka yang di dekati adalah ayahnya. Kini ikhtiar dapat dilakukan dengan ta'aruf, proses mengenal pasangan YANG AKAN MENIKAH. Rumus jodoh: kalau sama-sama mereka taat pada Allah, sama-sama berjuang dan syahid untuk Allah dan karena Allah. Seharusnya pernikahan itu seperti nafas.
"Nikah itu sunnahku, barang siapa yang tidak menyukai maka dia bukan bagian dari golonganku" (H.R Ibnu Majah, dari Aisyah r.a)
Kufu dalam agama adalah kesekufuan yang amat penting. Sekarang ta'aruf dapat dikatakan sebagai bid'ah, bid'ah dalam tanda kutip. Zaman dulu ta'aruf tidak ada. Ketika Aisyah r.a menikah maka yang di dekati adalah ayahnya. Kini ikhtiar dapat dilakukan dengan ta'aruf, proses mengenal pasangan YANG AKAN MENIKAH. Rumus jodoh: kalau sama-sama mereka taat pada Allah, sama-sama berjuang dan syahid untuk Allah dan karena Allah. Seharusnya pernikahan itu seperti nafas.
"Nikah itu sunnahku, barang siapa yang tidak menyukai maka dia bukan bagian dari golonganku" (H.R Ibnu Majah, dari Aisyah r.a)
Pernikahan sebagai Mitsaqan Ghalizan. Perjanjian yang setara dengan perjanjian Allah dengan Ulul Azmi, perjanjian antara Allah dengan Bani Israil dengan diangkatnya bukit Tursina dan perjanjian langsung antara kita dengan Allah.
Makna dari SAKINAH:
1. Supaya kalian bisa menjaga kesucian diri dengan pasangan. Bukan tentang terhindar dari percekcokan tapi terjaga dari hal keji dan munkar.
2. Supaya kalian bisa membangun ikatan lahir dan batin dengan pasangan kalian. Kala itu Rasulullah masuk ke masjid Nabawi kebetulan dalam keadaan rambut masih basah setelah mandi janabat, kemudian Rasulullah berkata kepada sahabat
"Jika engkau melihat seorang wanita lalu memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki wanita itu" (H.R Tirmidzi)
3. Supaya kalian senantiasa cenderung kepada hati dan keluarga.
4. Supaya kalian tentram ketika bersama dan berjauhan. Bukan hanya ketika bersama tapi merasa tidak tenang ketika pasangan sedang diluar. Seperti Aisyah r.a dan Nabi Saw yang saling menguatkan, tentram muraja'ah bersama, tentram bersama duduk di pangkuan Rasulullah dan tentram ketika pasangan berjihad fii sabilillah.
1. Supaya kalian bisa menjaga kesucian diri dengan pasangan. Bukan tentang terhindar dari percekcokan tapi terjaga dari hal keji dan munkar.
2. Supaya kalian bisa membangun ikatan lahir dan batin dengan pasangan kalian. Kala itu Rasulullah masuk ke masjid Nabawi kebetulan dalam keadaan rambut masih basah setelah mandi janabat, kemudian Rasulullah berkata kepada sahabat
"Jika engkau melihat seorang wanita lalu memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki wanita itu" (H.R Tirmidzi)
3. Supaya kalian senantiasa cenderung kepada hati dan keluarga.
4. Supaya kalian tentram ketika bersama dan berjauhan. Bukan hanya ketika bersama tapi merasa tidak tenang ketika pasangan sedang diluar. Seperti Aisyah r.a dan Nabi Saw yang saling menguatkan, tentram muraja'ah bersama, tentram bersama duduk di pangkuan Rasulullah dan tentram ketika pasangan berjihad fii sabilillah.
Makna dari MAWADDAH:
1. Mawaddah berarti cinta yang bergelora, cinta yang menggebu-gebu.
2. Terkadang yang jadi masalah adalah bukan karena tidak cinta, namun tidak mengetahui ilmu atau cara mengungkapkan cinta.
Misalnya ketika istri menangis, Rasulullah tidak pernah menghentikan tangis istrinya, namun Rasulullah memberikan tempat untuk istrinya menangis di pundak beliau.
Ketika Rasulullah mendapat wahyu yang pertama badan Rasulullah menggigil, ketika sampai dirumah Rasulullah langsung dipapah Khadijah r.a ke kamar lalu diselimuti, selanjutnya keluar dan berdoa "Ya Allah, saya tau dia ada masalah namun Engkau lebih mampu menjaganya"
1. Mawaddah berarti cinta yang bergelora, cinta yang menggebu-gebu.
2. Terkadang yang jadi masalah adalah bukan karena tidak cinta, namun tidak mengetahui ilmu atau cara mengungkapkan cinta.
Misalnya ketika istri menangis, Rasulullah tidak pernah menghentikan tangis istrinya, namun Rasulullah memberikan tempat untuk istrinya menangis di pundak beliau.
Ketika Rasulullah mendapat wahyu yang pertama badan Rasulullah menggigil, ketika sampai dirumah Rasulullah langsung dipapah Khadijah r.a ke kamar lalu diselimuti, selanjutnya keluar dan berdoa "Ya Allah, saya tau dia ada masalah namun Engkau lebih mampu menjaganya"
Makna dari RAHMAH
Rahmah berarti Cinta. Proses memahami sebelum dijelaskan.
Proses memaafkan sebelum meminta maaf.
Rahmah berarti Cinta. Proses memahami sebelum dijelaskan.
Proses memaafkan sebelum meminta maaf.
Sungguh indah ketika aku dan kamu menjadi kita dibingkai dengan iman dan sama-sama memandang yang sama tentang kehidupan, tentang kematian, tentang kehidupan setelah kematian dan memandang Allah.
Barakallah...
Barakallah...
Masjid Agung Al-Azhar
Oleh Ustadz Salim A.Fillah
Bagus artikelnya,
BalasHapus