Langit mulai mendung. Seorang gadis kecil tengah duduk di atap rumahnya bersama dengan seorang temannya. Entah kenapa kala itu ia mengajak temannya untuk bermain di atap rumahnya.
"Sini, duduk disini aja" Sahutnya pada temannya
"Ko disini? Nanti jatuh gimana? Jawab temannya ragu
" Ngga kok, enak lihat langit dari sini apalagi kalau malam ada bintang"
Mereka mulai duduk berdampingan sambil menguncang-uncangkan kaki mungil mereka.
"Yah gerimiiisss, turun yuk"
"Nanti aja"
"Ih tuhkan hujannya makin gede" Keluh temannya
"Kok tumben ya hujannya gede gini? Gak seperti biasanya" Jawab gadis tersebut
"Iya ya, seperti hujan orang meninggal kalau kata orang"
"Ah kamu ada-ada aja. Apa hubungannya" Jawab gadis tersebut sambil menguncangkan kedua kakinya.
Kriinggg... Kriinggg... Telfon rumah berwarna abu kuning di ruang tamu berbunyi berbarengan dengan obrolan mereka.
"Kaaakk, ada telfon dari om" Teriak kakek dari bawah tangga
"Kenapa?"
Kakek gadis kecil tersebut hanya menjawabnya dengan air muka sedih.
"Kok?" Gadis tersebut bertanya-tanya penuh kebingungan dalam hati seraya meraih gagang telfon di hadapannya.
"Papa sekarang lagi di Rumah Sakit AtmaJaya, meninggal sewaktu perjalanan menuju UGD" Jawab seseorang di seberang telfon
Gadis tersebut menutup gagang telfon dengan lemas, hanya mampu menatap temannya dengan pandangan luruh.
"Papa.. " Air matanya mulai jatuh perlahan, deras dan semakin larut.
Jakarta, awal Oktober di tahun 2003 silam
Kok mirip :')
BalasHapusApanya keeenn?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus