Selasa, 05 Januari 2016

Katamu itu puisi, iya puisi untuk seseorang yang amat jelas kau kagumi--mungkin juga kau menyimpan sesuatu lebih. Ah lagi-lagi harus bicara tentang cinta, satu kata itu mampu menghadirkan sisi melankolis seseorang dalam seketika. Aku tak tahu harus bagaimana menyikapinya, inginku hanya menarik diri dari kata yang kau maksud. Tapi lagi-lagi kau menarik ku dalam cerita dongengmu yang saat ini tentu saja masih menyisakan ilusi. Tak pernah pula tergerak hatiku untuk menyambutnya, hanya saja sebatas ikatan pertemanan yang menurutku teramat sayang bila diabaikan, merusak hubungan yang sudah terjalin dengan baik bukan? Tentunya sebagai teman.
Duniamu kini berubah menjadi dongeng peradaban dengannya, sesekali aku hanya menyaut sebagai tanda aku menghargaimu sebagai temanku. Ah sudahlah, kurasa masing-masing dari kita saat ini masih mencari dalam kegamangan. Tak perlu aku berpanjang lebar menjelaskannya kembali padamu, kurasa kau sudah mengerti langkah apa yang seharusnya kau ambil. Aku berdoa dalam setiap harapku, semoga kelak kau temukan apa yang kau cari dalam beberapa waktu ini. 
Soon..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar