Assalamualaykum ukhti shaliha, calon bidadari surganya Allah. Apa kabar imanmu hari ini? Semoga Allah senantiasa membawamu menuju muara rahmanNya. Karena bertambahnya iman beriring dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan.
Ingin ku bagi perjalananku sebagai seorang muslimah kepada kalian sahabatku yang ingin kubawa ke surgaNya bersama-sama. Menyelami setiap proses berjalan menujuNya.
Menutup aurat adalah salah satu perintahNya yang harus kita lakukan sebagai muslimah. Tentunya menutup aurat sesuai dengan apa yang Allah mau, bukan apa yang kita mau.
Allah berfirman:
"...Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar". (QS. An-Nisa ayat 13)
Mungkin kalian pernah mendengar sebuah cerita yang diceritakan kembali tentang seorang wanita yang menggambar berbeda dari teman-teman lainnya, sebuah gambar yang diceritakan ada sebuah mawar berduri dengan dihiasi warna hitam. Ya, sebuah gambar yang menceritakan bagaimana seharusnya seorang wanita. Menjadi yang berbeda di tengah keterasingan adalah hal yang tabu sekaligus istimewa. Jadilah muslimah yang memiliki dua kecantikan; cantik luar yang dilindungi hijab syar'i, cantik dalam yang dihiasi akhlak terpuji.
Perjalananku menapaki sebuah pintu 'hijrah' tentu tidak mudah. Banyak hal yang harus ku relakan untuk berjalan menujuNya. Menuju perbaikan diri sebagai wanita muslimah sesuai syariatNya. Banyaknya hinaan, cacian, cibiran, bahkan berujung tangisan. Tangisan yang kini telah membawaku menjadi pribadi yang lebih mengenal Allah ku, ingin ku bagi betapa nikmatnya berada dekat dengan Rabb kita, ingin ku bagi betapa indahnya bertemankan orang-orang shalih melalui perjumpaan taman-taman surga.
Teringat masa-masa pertama kali menggunakan hijab. Paris segi empat, celana jeans yang membentuk lekuk kaki, dan kemeja panjang yang ku kenakan. Hanya memahami bahwa wanita wajib memakai kerudung, tau ada dalil yang menyeru untuk memakai hijab namun belum paham seutuhnya hingga kini memakai hijab yang sesuai dengan syariatNya. Alhamdulillah...
Kapan mau berhijab?
"Ah, nanti dulu. Belum siap, belum dapet hidayah"
Hidayah gak dibuang gitu aja sama Allah, tapi kita jemput. Siapnya kapan dong? Tunggu di hijab secara sempurna pake kain kafan?
Perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan:
“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan shalih.
"Takut ah, akhlaknya belum baik. Mau perbaikin dulu, masa pake hijab tapi akhlaknya buruk"
Karena itulah Allah suruh kita memakai hijab sesuai Syariat, supaya akhlak kita semakin baik dan menghindari kita dari maksiat dimana hijab kita sebagai pengingat. Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti di tambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan.
"Panas ah, nanti ribet"
Lebih panas mana sama api neraka? Kamunya aja kali yang bikin ribet
Allah itu buat aturan ga sembarangan, ada banyak manfaat di dalamnya.
Ukhti shaliha, masihkah kamu ragu untuk menutup kemolekan tubuhmu dengan hijab? masihkah?
Ingatlah, sesungguhnya api neraka akan membakar tubuh yang kamu sajikan untuk lelaki hidung belang, kamu bisa beralasan ini dan itu, Demi Allah, sesungguhnya, kita tak akan mampu menebak kapan nyawa ini akan diambil oleh Malaikat Maut!
Yang sudah berhijab coba perlahan dirubah sesuai dengan syariatNya. Dijamin deh kecantikan kamu nambah seribu persen
Eits, jangan lupa ya perbaiki niat untuk Allah semata, bukan karena ingin terlihat cantik dihadapan orang banyak. Karena cantik sesungguhnya adalah di mata Allah dan untuk pasangan halalmu☺
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (31)
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur: 30-31).
Emang ciri-ciri hijab syar'i apa aja?
1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Tidak tipis dan transparan
Hadits riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan". (HR Abu Daud dan Baihaqi).
3. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh (tidak ketat).
Rasulullah saw bersabda yang artinya, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim).
4. Bukan pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.
Untuk yang sudah berhijab syar'i semoga Allah istiqomahkan untuk terus berada di tengah keterasingan sekarang ini. Jangan lupa untuk selalu perbaharui niat. Untuk istiqomah itu ga mudah lho
Banyaknya tuduhan-tuduhan yang menimpa kala itu membuat goyah benteng pertahananku. Dibilang sebagai orang yang ikut aliran sesat, teroris, jadi seperti ibu-ibu. Nanti gimana kalo punya anak? Susah dong nyusuinnya? Orang anak ulama, kyai, habib dll aja biasa aja kok hijab nya. Terus kalo kerja gimana? Kan ga boleh pake yang panjang-panjang gitu, kuno, simpel, ga modis, ga cantik. Nanti dapet jodohnya susah lho, ga ada yang mau deketin kamu. Ga bisa bebas kemana-mana, pergaulan jadi terbatas.
So my dearest, ukhti shaliha ku..
Ga usah takut dicap teroris sebab Allah bersama kita. Kalaupun polri atau Amerika sekalipun menuduh kita yang tidak-tidak lalu kemudian diadili maka engkau mati syahid sebab mempertahankan keimanan dan difitnah.
Jadi seperti ibu-ibu? Hemm kita kan emang calon Ibu untuk anak-anak kita kelak
Ga usah bingung dan ga perlu di bingungin gimana, justeru aurat kita lebih tertutup dan terjaga dari mata laki-laki yang bukan mahrom kita. Bayangin kalo 'perhiasan' kamu bisa terlihat oleh setiap pasang mata laki-laki yang jelas-jelas itu adalah hak untuk suamimu aja. Pasti gamau dong
Mau ulama, kyai, atau apapun kalo itu bukan yang Allah mau terus aku bisa apa selain taat? Nanti Allah murka lho
Kalo pekerjaan kamu menghalangi kamu untuk menaati peraturanNya udah tinggalin aja. Allah sediakan banyak tempat untuk mencari rezeki, dan Allah akan gantikan dengan yang lebih baik kalo kamu ninggalin sesuatu karenaNya. Itu janji Allah langsung lho, ga percaya? Buktinya aku sekarang masih bekerja dengan modal percaya pada janjiNya akan berikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Disertai dengan ikhtiar pastinya. Rezeki itu bukan kita yang beli tapi Allah yang akan bagi. Gapapa ga terlihat cantik, aku malu diliatin banyak orang. Jadi nanti cantiknya buat suami aku aja he he
Iya ga ada yang mau deketin soalnya cuma laki-laki pilihan yang boleh deketin wanita pilihan. Jodoh itu kan diperoleh bukan dari seberapa cantik dan modis penampilan kita, tapi sejauh mana kita taat dan bersabar menunggu Allah memberikan yang tepat di waktu yang tepat. Tentunya Allah ridha dengan jalan dan pilihan yang kita ambil.
Kata siapa ga bisa kemana-mana? Banyak kok yang bisa traveling dengan pakaian syar'i kita. Bukan terbatas, tapi memang Allah membatasi kita supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Supaya kita tidak sembarangan bergaul dengan yang bukan mahrom kita. Kita dijaga sama Allah lewat syariatNya.
So, what are you waiting for?