"Ku buka album biru penuh debu dan usang, ku pandangi semua gambar diri kecil bersih belum ternoda. Pikirkupun melayang dahulu penuh kasih, teringat semua cerita orang tentang riwayatku. Kata mereka diriku selalu dimanja, kata mereka diriku selalu ditimang. Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku"Penggalan lagu Bunda yang dibawakan artis Melly Goeslaw itu aku bisa menebak semua orang yang mendengarkan dan membawakannya pasti akan terhanyut sendiri, mengenang kisah dengan ibunya bahkan bisa sampai menghasilkan kristal bening yang tidak bisa dijual tapi bisa sebagai bukti bahwa kita teramat sangat menyayangi seorang wanita mulia yang dengan segenap jiwa raganya dipertaruhkan di atas pembaringan kasur persalinan demi mendengar tangisan pertama kita di dunia. Yaa, itulah seorang Bunda, Ibu, Emak, Mama, Mommy, Enyak, Ummi.
Dari situlah semua bermulai kehidupan kita sebagai seorang putra/putri. Berkembang dibawah pengasuhan orangtua terbaik kita, sekalipun ada beberapa orang yang menilai tidak baik. Bahwasanya seorang Ibu akan tetap menjadi yang terbaik seburuk apapun ia, Rasulullah pun membanggakan seorang Ibu dengan memberinya panggilan khusus sebanyak 3 kali. Ibu, Ibu, Ibu baru kemudian Ayah.
Dear Mommy,
Aku tau bahwa Engkau kini lelah, lelah karena mengurusi anak-anakmu. Tapi aku juga tau lelahmu untuk kami adalah bagian dari harta dan semangatmu menjalani hidup. Karena kami adalah aset yang tak ternilai untukmu
Aku tau matamu kini tidak seindah dulu waktu kami masih berumur di trimester awal, sayu tapi tertutupi dengan ikhlasmu merawat kami
Aku tau ketika kami sakit engkau teramat sangat khawatir, menunggu kami tidur dengan nyaman sementara engkau gelisah di samping pembaringan kami hingga subuh datang
Aku tau ketika engkau memarahi kami karena sebab tertentu bahwa sebenarnya hatimu menangis, menangis karena merasa gagal mendidik kami menjadi yang terbaik
Aku tau ketika kami mengeluh dikala keadaan menghimpit sebenarnya engkau lebih sedih, tapi tertutupi dengan sabar dan kuatmu dihadapan kami
Dan kini, ketika kami telah dewasa engkau hanya perlu menunggu, menunggu surga yang akan diberikan oleh anak-anakmu.
Uhibbuki fillah Ummi
I loved you so much Mom
Aku sayang Bunda
Aye cinte ame Enyak
Aye sayang ame Emak
Best Regards And Full Loved
Your Daughter; Ratih Putri Adhytia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar