Rabu, 19 November 2014

Hamasah Ukhty!

Bismillah, ku mulai tulisan ini di perjalanan menuju pekatnya malam, perjalanan menuju harapan, cita-cita dan masa depan. Perjalanan menuju perbaikan diri, dan perjalanan menuju sebagai wanita yang 'utuh' di hadapan Allah, utuh sebagai khalifahNya.

Dalam bisik semilir angin malam dan detik jam yang berjalan menuju waktu-waktu mustajab ku sampaikan segala harapan kepada yang empunya HAK atas segalanya, kepada yang mempunyai ruang luas untuk menaruh segala harapan kita, bahkan mungkin harapan yang terseok-seok, yang susah payah sedang kita rajut kembali. Bangunlah dengan pondasi sebuah kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya melaluiNya lah harapan kita yang teramat besar itu dapat tertampung olehNya, bukan makhlukNya yang senantiasa memiliki ruang keterbatasan. PadaNya kita sampaikan mimpi-mimpi, cita-cita, dan harapan kita sebagai seorang wanita yang utuh. Yang pertama sebagai khalifahNya, yang kedua utuh karena telah sempurna dien nya, utuh karena bisa menjalankan ibadah dengan maksimal bersama seseorang yang telah digariskan bersama-sama melangkah menuju surgaNya, bersama-sama memperbaiki kualitas diri, bersama-sama meraih mimpi-mimpi dan harapan yang mungkin belum sempat terwujud ketika kita belum 'utuh'. Maka berbahagialah yang sudah menemukan seseorang itu untuk diajak bersama-sama mencapai surgaNya, jagalah ikatan suci yang bernama mitsaqan ghalizan itu, bersabarlah menanti kebahagiaan itu tiba bagi yang akan melangsungkan pernikahan dan teruntuk yang sedang menunggu seseorang itu percayalah bahwa kamu akan merasakan di waktu yang tepat dan bersama orang yang tepat, asal dijemput dengan cara yang diridhoiNya. Bukan dengan jalan yang mengundang murkaNya, cinta dalam islam itu adalah tanggung jawab. Bukan sekedar pertemuan indah dan kata-kata indah yang tali pengikatnya hanyalah pernikahan.






Jakarta, 19 November 2014








Tidak ada komentar:

Posting Komentar