Aku jatuh cinta pada horizon yang menyatu di sekitar ma'had sore itu. Suasana tenang berada di alam tempat para penghafal Quran juga langit yang membuat semburat warna oranye yang mempesona. Memandang area persawahan dibawah puncak gunung dan melarutkan diri pada tafakur akan ke Maha Besaran Nya sungguh akan menenggelamkan segala kesombongan diri
Aku jatuh cinta pada bukit dan jalanan terjal berkelok. Yang di sepanjang perjalanan menenggelamkan diri dalam renungan dahsyat. Tentang energi yang terpendam, kehidupan yang “diciptakan” dan akan tidak main-mainnya Al-Khaliq menciptakan ini semua.
Aku jatuh cinta dengan milky way di 'kampus' perjuangan itu. Yang kerlipannya, mengingatkan diri bahwa berjalannya waktu adalah hal yang niscaya. Sebagaimana cahaya bintang itu sampai ke bumi, setelah melewati perjalanan beberapa ratus tahun cahaya
Aku jatuh cinta pada hujan yang turun sore itu, di tempat itu, dalam nuansa perjuangan itu. Yang setiap tetesannya, meleburkan diri dalam rasa kesyukuran yang indah. Bahwa kami masih diperkenankan berjuang bersama dalam satu ikatan yang indah. Ukhuwah Islamiyah
Aku jatuh cinta pada mereka yang berdakwah secara “diam-diam”. Menebar kesholehan ditengah umat, dan menjadi benteng terakhir penjaga asholah dakwah ini. Namun, cintaku pun selalu tertuju pada mereka yang berdakwah di tengah “medan perang”. Menebar kesholehan melalui posisi strategis di tengah masyarakat. Mencoba melakukan perbaikan di tengah sistem yang semakin bobrok dan hancur
Aku jatuh cinta pada takbir yang menggema beserta ruh yang menyertainya. Yang menggetarkan musuh Allah di bumi ini. Yang diucapkan para mujahid sejati dengan penuh kesungguhan tekad. Mengekspresikan keyakinan mereka yang kuat akan kepastian kembali kejayaan umat
Di atas segalanya…
Aku jatuh cinta pada RUH PERJUANGAN yang mengalir dalam dakwah ini. Pada tiap peluh yang mengalir, pada mata merah menahan kantuk, pada tulang ngilu, pada tatapan wajah penuh semangat selelah apapun tubuh ini terhempas, pada kekhusyukan malam-malam panjang penuh penghambaan, pada do’a-do’a matsurat dan rabithah sepanjang pagi dan petang, pada persaudaraan sejati yang bertaut karena akidah..
Ya Akhi, Ukhti,
moga kita bisa bertemu kembali, dalam suasana hangat perjuangan ini. Walaupun bumi yang kita pijak berbeda, langit yang kita pandang juga berbeda, sejatinya kita tetap berjuang bersama dan selalu bersama. Dan semoga Allah berkenan mempertemukan kita kembali di syurganya kelak, dalam perjamuanNya yang indah
Jakarta, 19 November 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar